LEBAK, (siberone.co.id) – Kisah keteguhan iman dan tekad luar biasa kembali menginspirasi publik nasional. Seorang santri asal Kabupaten Lebak, Nana Nasriana atau yang biasa disapa akang Nasri, berhasil menuntaskan perjalanan spiritual menuju Tanah Suci Mekah dengan berjalan kaki sebuah ikhtiar yang terbilang langka di era modern.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Perjalanan panjang tersebut dimulai pada 24 September 2025. Dengan tekad bulat, Nana meninggalkan kampung halamannya di Kampung Garung Pasir, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga. Berbekal keyakinan, doa, serta dukungan keluarga dan masyarakat, ia menempuh ribuan kilometer lintas negara hingga akhirnya tiba di Tanah Suci.

Dalam perjalanan panjangnya Nana nasriana juga kerap mengabadikan momen bersejarahnya dengan membagikannya lewat platform tiktok dengan akun @Akang_ Nasri. Dan mendapat perhatian serta dukungan dari netizen.

Setelah berbulan-bulan menghadapi berbagai tantangan, baik fisik maupun spiritual, Nana akhirnya kembali ke Tanah Air pada Selasa, 21 April 2026 dan disambut penuh haru oleh orang tua tercinta, Oni, serta Ustadz Ubay selaku guru dan pembimbing spiritualnya di pondok pesantren.

Kepulangan Nana juga mendapat pengawalan dari tim media yang dipimpin M. Alfian SW, yang dikenal dengan nama Aby Doso. Bahkan sejak awal keberangkatan hingga kepulangannya sebagai bentuk apresiasi dan support kepada Nana, perjalanan inspiratif ini sangat menyita perhatian luas, baik dari masyarakat lokal maupun publik nasional.

Kepala Desa Karyajaya, Ahmad Jaeni, melalui Sekretaris Desa Supriatna, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian luar biasa warganya tersebut. Menurutnya, perjuangan Nana bukan hanya menjadi kebanggaan desa, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda.

“Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat makna. Kami sangat bangga dan bersyukur Nana dapat kembali dengan selamat,” ujar Supriatna.

Hal senada disampaikan Ketua Korcam Cimarga Ormas Pendekar Banten, Uripno. Ia menilai langkah Nana merupakan simbol keteguhan iman yang patut dijadikan teladan.

“Perjalanan ini membuktikan bahwa dengan niat tulus dan tekad kuat, segala sesuatu bisa diwujudkan. Kami dari keluarga besar Pendekar Banten mendukung penuh sejak awal hingga akhir,” ungkapnya.

Sementara itu, Ustadz Ubay menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan santrinya. Ia menilai perjalanan tersebut sebagai bukti nyata kekuatan doa dan kesungguhan hati.

“Nana menunjukkan bahwa keikhlasan dan kesabaran adalah kunci utama dalam setiap perjuangan. Ini bukan hanya perjalanan ke Mekah, tetapi perjalanan menuju kedewasaan spiritual,” tuturnya.

Orang tua Nana, Oni, dengan penuh haru juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan anaknya.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak, khususnya keluarga besar Ormas Pendekar Banten Korcam Cimarga, serta Aby Doso dan tim media yang telah mengawal perjalanan anak kami dari awal hingga kembali ke rumah,” ucapnya.

Setibanya di Kabupaten Lebak, Nana atau yang akrab disapa Netizen akang Nasri telah dijadwalkan disambut oleh masyarakat pada pukul 10.00 WIB di Alun-alun Rangkasbitung sebagai titik kumpul penjemputan. Selanjutnya, rombongan mengaraknya menuju kampung halaman di Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga.

Kisah Nana Nasriana kini menjadi simbol keteguhan, keberanian, dan spiritualitas yang menginspirasi banyak orang. Di tengah kehidupan modern yang serba instan, perjalanan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan niat dan keyakinan mampu menggerakkan manusia melampaui batas yang dianggap mustahil.

Lebih dari sekadar perjalanan fisik, kisah ini telah menjelma menjadi narasi tentang harapan, keimanan, dan semangat pantang menyerah sebuah cerita dari pelosok Lebak yang kini menggema hingga ke tingkat nasional.