Jakarta,(siberone.co.id) –
Pagi itu, seorang ibu di sudut Jakarta menggenggam erat sebuah paket sederhana berisi beras, minyak goreng, dan mie instan. Matanya berkaca kaca, seakan tak percaya dengan bantuan yang baru saja diterimanya. Bagi sebagian orang, isi paket itu mungkin tampak biasa. Namun bagi ibu tersebut, bantuan itu adalah jawaban dari doa yang diam diam ia panjatkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Terima kasi hari ini kami tidak sendiri,” ucapnya lirih.

Momen sederhana itu menggambarkan makna sesungguhnya dari melayani, berdampak, dan menjadi berkat. Bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat yang membutuhkan.

Semangat inilah yang melatarbelakangi terselenggaranya Aksi 1000 Paket Kasih “Moria Berbagi dan Peduli” yang digagas oleh Moria Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Klasis Jakarta Banten. Dalam semangat Paskah, kegiatan ini menjadi wujud nyata panggilan iman untuk melayani sesama, menghadirkan dampak positif, serta menjadi berkat bagi mereka yang membutuhkan.

Sebanyak 1.000 paket kasih dibagikan secara serentak pada Sabtu, 18 April 2026 di lima wilayah berbeda, yakni daerah Cilincing, Lapak Pemulung Pondok Aren, kawasan pinggir rel TPU Tanah Kusir, daerah Tiga Raksa Tangerang, serta Kampung Sidapurna Serang Cilegon. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, termasuk pemulung, buruh harian, dan warga kurang mampu.

Ketua Panitia, Ervina Christina Sembiring Kembaren, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang terus dihidupi oleh Moria GBKP Klasis Jakarta Banten.

“Kami ingin terus melayani dengan tulus, menghadirkan dampak yang nyata, dan menjadi berkat bagi setiap orang yang kami jumpai. Aksi ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bentuk panggilan iman yang harus terus kami jalankan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Moria GBKP Klasis Jakarta Banten, Nelly Margaretha Bangun, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan bersama yang mengajak semua pihak untuk terlibat dalam aksi kasih.

“Ketika kita melayani dengan hati, dampak akan mengikuti, dan pada akhirnya kita dipakai Tuhan untuk menjadi berkat. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang terlibat,” tuturnya.

Dukungan penuh juga datang dari Ketua Klasis GBKP Jakarta Banten, Pdt. Jekson Barus, M.Th, yang berharap aksi sosial seperti ini dapat menjadi kesaksian iman yang hidup di tengah masyarakat.

“Melalui aksi kasih ini, kita semua dipanggil untuk terus melayani dengan setia, membawa dampak, dan menjadi berkat di mana pun kita berada,” ungkapnya.

Bagi para relawan, kegiatan ini bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam. Mereka belajar bahwa melayani tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dari kesediaan untuk hadir dan peduli terhadap sesama.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang semakin individualistis, kepedulian sosial masih dapat tumbuh dan berkembang. Aksi sederhana seperti membagikan paket kebutuhan pokok mampu menghadirkan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang dalam keterbatasan.

Melalui Aksi 1000 Paket Kasih ini, Moria Klasis Jakarta Banten tidak hanya membagikan bantuan, tetapi juga menyebarkan harapan, menguatkan iman, serta membangun semangat kebersamaan.

Sebuah pesan sederhana pun kembali menguat di tengah kegiatan tersebut: ketika seseorang memilih untuk melayani, maka dampak akan tercipta, dan pada akhirnya, berkat akan mengalir bagi banyak orang.**