LEBAK (siberone.co.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mulai menggenjot perbaikan infrastruktur jalan dengan mengucurkan anggaran Rp10,6 miliar. Salah satu yang menjadi prioritas yakni ruas Rangkasbitung – Leuwidamar yang kini mulai mulai dibeton di sejumlah titik kerusakan parah.
Pemkab Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai merealisasikan program perbaikan jalan di sejumlah wilayah. Fokus penanganan saat ini menyasar ruas Rangkasbitung–Leuwidamar, dengan titik awal pekerjaan berada di Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar.
Plt Kepala Dinas PUPR Lebak, Dade Yan Apriyandi mengungkapkan, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan metode betonisasi pada titik-titik yang mengalami kerusakan cukup berat.
“Penanganan sudah dimulai dari Aweh. Total panjang jalan yang akan ditangani sekitar 3,6 kilometer, namun tersebar di beberapa titik, tidak di satu lokasi,” ujar Dade, Selasa (15/4/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini difokuskan pada segmen dengan kondisi paling rusak. Di lokasi tersebut, dilakukan pengecoran beton sepanjang kurang lebih 300 meter dengan lebar penuh dari sisi kiri hingga kanan badan jalan.
“Yang sekarang dikerjakan sekitar 300 meter, karena itu titik kerusakannya paling parah. Nanti di titik lain juga akan dilakukan penanganan tambahan, sifatnya tambal sulam,” katanya.
Selain di Desa Aweh, perbaikan juga dilakukan di kawasan Pasar Gajeruk dengan panjang penanganan sekitar satu kilometer. Jika diakumulasikan, total panjang jalan yang diperbaiki mencapai sekitar 3,6 kilometer.
Ruas tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Rangkasbitung hingga Pasar Gajeruk, melintasi sejumlah kecamatan seperti Cimarga, Leuwidamar hingga Muncang.
“Ini satu ruas panjang Rangkasbitung–Gajeruk. Penanganannya menyesuaikan kondisi kerusakan di lapangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemkab Lebak juga tengah mengerjakan perbaikan jalan di berbagai titik lainnya. Untuk jalan poros desa, tercatat ada 42 titik yang ditangani, sementara jalan kabupaten sebanyak 11 titik.
Dade berharap, masyarakat dapat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung, mengingat akan diberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas di lokasi pekerjaan.
“Kami minta masyarakat bersabar dan tetap berhati-hati saat melintas karena selama pekerjaan berlangsung diberlakukan sistem buka tutup jalan,” pungkasnya.
Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya memastikan bahwa proses pengerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Dari hasil monitoring sementara, kualitas pekerjaan dinilai baik dan memenuhi standar.
Menurutnya, pembangunan jalan yang berkualitas harus memiliki daya tahan tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Infrastruktur yang baik dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain ruas Aweh–Gajrug, Pemerintah Kabupaten Lebak juga tengah melaksanakan pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan di sejumlah titik lainnya, termasuk ruas Rangkasbitung–Sajira.
Tak hanya itu, pada tahun ini Pemkab Lebak juga mengalokasikan pembangunan untuk 42 ruas jalan desa sebagai bagian dari pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pedesaan.
Bupati pun mengajak masyarakat untuk turut mendukung program pembangunan tersebut agar berjalan lancar dan sesuai rencana.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Lebak agar pembangunan ini berjalan sesuai spesifikasi dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.(Handa)


