LEBAK (siberone.co.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak secara resmi meminta para nelayan untuk menjauhi kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda bagian utara. Langkah antisipasi ini diambil guna menghindari risiko keselamatan akibat lontaran batu pijar menyusul adanya peningkatan aktivitas erupsi gunung api tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengimbau seluruh nelayan tradisional yang berada di wilayah pesisir selatan, seperti Pantai Binuangeun, Panggarangan, Bayah, hingga Cihara, agar menahan diri dan tidak melaut ke arah Perairan Selat Sunda bagian utara. Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius aman tiga kilometer dari kawasan kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
“Kami meminta nelayan, masyarakat, dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap erupsi GAK,” ujar Sukanta pada Rabu (8/7/2026). Meski aktivitas vulkanik kini naik ke status Siaga Level III, Sukanta menegaskan agar warga di pesisir pantai selatan Lebak tidak panik secara berlebihan.
Pihak BPBD Lebak juga mengingatkan warga untuk menyaring setiap informasi yang beredar dan selalu melakukan konfirmasi kepada lembaga resmi, seperti PVMBG, BMKG, atau BPBD setempat, guna menghindari sebaran berita bohong atau hoaks. Hingga saat ini, kondisi di sepanjang pantai selatan Lebak dilaporkan masih relatif aman. Hal serupa terlihat di pesisir Labuan dan Carita Pandeglang; masyarakat setempat terpantau tetap beraktivitas normal dan mengaku tidak panik karena sudah terbiasa dengan siklus aktivitas tahunan Gunung Anak Krakatau.(red)

