LEBAK, (siberone.co.id) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Banten, bergerak cepat menyukseskan program swasembada pangan nasional. Pada tahun 2026 ini, DPUPR Lebak merealisasikan pembangunan delapan unit jaringan daerah irigasi baru yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah strategis ini diambil guna menjamin ketersediaan pasokan air yang stabil bagi sektor pertanian lokal, khususnya dalam mengantisipasi ancaman kekeringan saat musim kemarau melanda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi, menjelaskan bahwa infrastruktur air ini menjadi kunci utama bagi para petani agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan. Dengan adanya pasokan air yang teratur, produktivitas lahan persawahan di Lebak dipastikan akan meningkat tajam.

“Kami berharap pembangunan daerah irigasi ini dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pangan saat musim kemarau,” ujar Dade Yan Apriyandi di Lebak, Rabu.

Proyek pembangunan jaringan irigasi tahun ini mencakup wilayah-wilayah potensial dengan rincian luasan area sawah yang akan dialiri sebagai berikut:

• Kecamatan Lebak Gedong: 200 hektare

• Kecamatan Cikulur: 130 hektare

• Kecamatan Bojongmanik: 127 hektare

• Kecamatan Bayah: 120 hektare

• Kecamatan Cibeber: 100 hektare

• Kecamatan Malingping: 88 hektare

• Kecamatan Cijaku: 80 hektare

Pemerintah Kabupaten Lebak menegaskan komitmennya untuk terus mengintervensi pembangunan infrastruktur pertanian demi menjaga kedaulatan pangan. Saat ini, Lebak sudah memiliki total 474 unit jaringan irigasi yang terdiri dari 463 irigasi permukaan dan 11 irigasi pompa. Kehadiran jaringan-jaringan ini terbukti sukses mempertahankan posisi Kabupaten Lebak sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Banten.

Melalui penambahan delapan irigasi baru ini, pemerintah daerah optimistis kesejahteraan petani akan ikut terangkat seiring dengan meningkatnya intensitas masa tanam.

“Kita menargetkan jaringan irigasi yang dibangun itu maka petani bisa tanam sebanyak tiga kali musim tanam per tahun,” pungkas Dade. (Hd)