LEBAK (siberone.co.id) – Seorang warga Desa Cimangeunteung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, dinyatakan positif terserang virus Chikungunya. Kepastian ini didapat setelah Puskesmas Rangkasbitung melakukan pemeriksaan sampel terhadap lima orang warga setempat menggunakan metode rapid test.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Petugas Puskesmas Rangkasbitung, dr. Nadia Natasha, mengonfirmasi bahwa pasien positif tersebut adalah seorang anak bernama Sopwan Damini (10). Saat ini, pasien telah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Kami juga melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan menemukan banyak jentik nyamuk penyebar Chikungunya di rumah-rumah warga,” ujar dr. Nadia pada Selasa.

Penyakit yang disebabkan oleh virus dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ini memicu gejala demam tinggi mencapai 39–40 derajat Celcius, lemas, sakit kepala, hingga nyeri sendi hebat yang membuat penderitanya sulit berjalan.Kondisi ini dibenarkan oleh tokoh masyarakat setempat, KH Hasan Basri. Ia mengungkapkan bahwa dirinya bersama istri, menantu, cucu, hingga para santrinya telah mengalami gejala lumpuh layu tersebut selama dua pekan terakhir.

Mengantisipasi penularan yang semakin meluas, pihak Puskesmas bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak langsung bergerak cepat. Langkah penanggulangan dilakukan dengan mengedukasi warga untuk memutus mata rantai penularan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk.

Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Heri, menambahkan bahwa penularan cepat ini dipicu oleh banyaknya sarang nyamuk yang ditemukan di dalam kamar mandi warga dan tumpukan barang bekas. Pihak kesehatan mengimbau masyarakat yang mengalami gejala serupa untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas, memperbanyak minum air, serta istirahat yang cukup.(red)