Scroll Untuk Lanjut Membaca

Yuli Mahasiswi Program Studi Biologi Universitas Pamulang Serang

(siberone.co.id) – Kondisi ekonomi Indonesia belakangan ini menjadi perhatian banyak pihak. Meningkatnya harga kebutuhan sehari-hari yang tidak selalu diimbangi dengan kenaikan pendapatan menyebabkan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, mengalami penurunan. Selain itu, tekanan terhadap nilai tukar rupiah turut berdampak pada berbagai sektor usaha melalui kenaikan biaya bahan baku, distribusi, dan operasional. Situasi ini membuat pelaku usaha, termasuk UMKM, harus mampu beradaptasi agar tetap bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Dalam kondisi tersebut, inovasi menjadi salah satu cara untuk menghadapi tantangan ekonomi. Mahasiswa juga dapat mengambil peran melalui kegiatan yang mendorong kreativitas dan kewirausahaan. Salah satunya dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMA BIO) melalui bazar di kawasan Car Free Day (CFD) KP3B Serang yang menghadirkan berbagai produk berbasis sumber daya hayati, seperti MorphBlue berbahan bunga telang, teh kombucha, dan cabai. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan produk kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi mahasiswa untuk memahami proses pemasaran, interaksi dengan konsumen, serta dinamika dunia usaha secara langsung.

Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan untuk mendukung tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia, langkah sederhana seperti memperkenalkan produk lokal dan mengembangkan inovasi memiliki makna yang penting. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa belajar untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga turut berkontribusi dalam menciptakan solusi. Dari langkah-langkah kecil inilah diharapkan lahir generasi muda yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.