Banten, (siberone.co.id) – Upaya peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak kendaraan bermotor terus menjadi fokus utama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten di tahun 2026. Meski sempat menghadapi tantangan pada awal tahun, Bapenda kini menunjukkan optimisme tinggi seiring berbagai strategi inovatif yang mulai dijalankan, khususnya dalam mendorong digitalisasi layanan perpajakan.
Kepala Bapenda Provinsi Banten, Rd. Berly Rizki Natakusmah, mengungkapkan bahwa realisasi penerimaan pajak pada Januari dan Februari 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah masih rendahnya minat masyarakat dalam memanfaatkan sistem pembayaran pajak berbasis digital.
“Digitalisasi sebenarnya memberikan kemudahan yang luar biasa bagi masyarakat. Namun, saat ini tingkat pemanfaatannya masih belum optimal,” ujarnya.
Menurut Berly, selain faktor literasi digital, kondisi cuaca juga turut memengaruhi tingkat kehadiran wajib pajak di berbagai titik layanan konvensional seperti Gerai Samsat dan Samsat Keliling. Cuaca buruk dinilai menjadi kendala nyata yang menghambat mobilitas masyarakat untuk melakukan pembayaran secara langsung.
Namun demikian, Bapenda tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak, terutama melalui kanal digital yang lebih praktis dan efisien.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghadirkan program apresiasi bagi wajib pajak. Bapenda telah menyiapkan lebih dari 30.000 unit suvenir menarik berupa mug, payung, dan tumbler yang dibagikan kepada masyarakat yang melakukan pembayaran pajak. Program ini didukung oleh anggaran APBD sebesar lebih dari Rp1 miliar.
“Inisiatif ini bukan hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai stimulus agar masyarakat semakin terdorong untuk taat pajak,” jelas Berly.

Di sisi lain, Bapenda juga terus mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi terkait kemudahan layanan digital. Transformasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan modern sekaligus meningkatkan efisiensi layanan publik.
Untuk tahun 2026, target penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ditetapkan mencapai sekitar Rp2,6 triliun, dengan total target pajak daerah menyentuh angka lebih dari Rp7 triliun. Angka tersebut mencerminkan peran strategis sektor pajak dalam mendukung pembangunan daerah.
Kabar baiknya, setelah mengalami perlambatan di awal tahun, tren penerimaan mulai menunjukkan perbaikan pada bulan Maret. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa berbagai upaya yang dilakukan mulai membuahkan hasil.
Dengan kombinasi inovasi layanan, insentif menarik, serta peningkatan literasi digital masyarakat, Bapenda Provinsi Banten optimistis mampu mencapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Ke depan, digitalisasi bukan hanya menjadi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui transformasi ini, diharapkan pelayanan publik semakin mudah diakses, transparan, dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat Banten.(Adv)
