Selviyana
Mahasiswi Program Studi Biologi Universitas Pamulang Serang

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Serang, (siberone.co.id) – Persoalan sampah saat ini tidak dapat lagi dipandang sekadar sebagai masalah kurangnya tempat sampah atau minimnya petugas kebersihan. Akar masalahnya justru terletak pada rendahnya kesadaran, disiplin, dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan. Kenyataannya, sampah masih sering dijumpai berserakan di jalan, ruang publik, hingga area yang sudah disediakan fasilitas kebersihan. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan hanya soal sarana, melainkan persoalan sikap yang menganggap kebersihan sebagai tanggung jawab pihak lain.

Sikap abai terhadap sampah memiliki dampak yang jauh lebih serius daripada sekadar menimbulkan pemandangan yang tidak nyaman. Lingkungan yang kotor dapat memicu berbagai persoalan kesehatan, merusak kualitas hidup, dan memperbesar risiko banjir akibat saluran air tersumbat. Lebih jauh lagi, kebiasaan membuang sampah sembarangan mencerminkan lemahnya kepedulian sosial terhadap ruang hidup bersama. Jika dibiarkan, kebiasaan ini akan membentuk budaya permisif terhadap kerusakan lingkungan, sehingga masalah kecil yang terus diabaikan berpotensi menjadi krisis yang lebih besar.

Dalam konteks tersebut, kegiatan Clean Up Day menjadi penting bukan hanya sebagai aksi bersih-bersih, tetapi juga sebagai gerakan edukatif untuk membangun kesadaran kolektif. Kegiatan ini menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan beban segelintir orang, melainkan kewajiban bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketika masyarakat terlibat langsung dalam upaya membersihkan lingkungan, mereka sedang belajar bahwa perubahan tidak lahir dari keluhan semata, melainkan dari keterlibatan aktif dan konsistensi dalam bersikap peduli.

Karena itu, tema “Bersih Lingkungan, Sehat Kehidupan: Satu Langkah Kecil, Dampak Besar bagi Bumi” sangat relevan dengan kondisi saat ini. Perubahan besar memang tidak selalu dimulai dari langkah yang spektakuler, tetapi dari kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi perilaku merusak lingkungan, dan mengajak orang lain untuk ikut bertanggung jawab. Jika kesadaran ini benar-benar tumbuh dan menjadi kebiasaan, maka satu tindakan kecil dapat berkembang menjadi dampak yang besar, baik bagi lingkungan maupun bagi kualitas kehidupan manusia. Satu langkah kecil yang konsisten akan ciptakan dampak besar, atau kita rela bumi ini hancur karena kelalaian kita?.