‎Penulis : Ainus Syifa Adillah
‎Dosen pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.,
‎Kepala program studi: Zakaria Habib Al-Razie, S.I.P., M.Sos

‎(siberone.co.id) – Fenomena konsumerisme di kalangan remaja semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari. Remaja kini tidak hanya membeli barang karena kebutuhan, tetapi juga untuk ikut tren, meningkatkan rasa percaya diri, dan mendapatkan pengakuan dari orang lain. Media sosial, iklan digital, serta pengaruh teman-teman menjadi faktor utama yang memengaruhi cara remaja berbelanja di Indonesia. Kondisi ini membuat masyarakat memunculkan perdebatan, apakah remaja membutuhkan pendidikan atau diberi kebebasan berekspresi.

‎Beberapa orang berpendapat bahwa konsumerisme di kalangan remaja harus diperhatikan dengan serius melalui pendidikan. karena masih dalam masa pertumbuhan emosional, remaja dianggap belum bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Gaya hidup konsumtif bisa menyebabkan boros, tekanan sosial, dan masalah keuangan di masa depan. Oleh karena itu, pendidikan literasi keuangan dan nilai hidup sederhana dianggap penting agar remaja bisa mengelola uang dengan bijak dan tidak mudah tergoda tren sementara.

‎Namun, tidak semua orang setuju dengan pendapat ini ada yang mengatakan bahwa remaja berhak menentukan gaya hidup sendiri selama tidak merugikan orang lain. Konsumerisme dilihat sebagai bagian dari proses mencari jati diri dan bentuk kebebasan berekspresi. Pembatasan yang terlalu ketat justru bisa menyebabkan pemberontakan atau menghambat kreativitas remaja.

‎Di sisi lain, muncul pandangan yang menilai konsumerisme di kalangan remaja tidak boleh dilarang total atau dibiarkan begitu saja pendapat ini menekankan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan bimbingan. Pendidikan tidak dimaksudkan untuk menghalangi, tetapi untuk memberikan kesadaran kritis agar remaja bisa membuat keputusan secara mandiri dan bertanggung jawab.

‎Secara keseluruhan, opini masyarakat menunjukkan bahwa fenomena konsumerisme di kalangan remaja membutuhkan pendekatan yang seimbang remaja perlu diberi ruang berekspresi, tetapi juga dibekali dengan kemampuan untuk memahami dampak dari tindakan mereka.

Scroll Untuk Lanjut Membaca