‎(siberone.co.id) – Dampak Pertambangan Galian C di Desa Pancaregang, Kecamatan Pabuaran terhadap Lingkungan dan Masyarakat
‎Pertambangan galian C merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang cukup berkembang di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Desa Pancaregang, Kecamatan Pabuaran. Galian C mencakup pengambilan material seperti pasir, batu, kerikil, dan tanah yang banyak digunakan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur. Kehadiran kegiatan ini sering kali dipandang sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Namun, di sisi lain, aktivitas pertambangan galian C juga menimbulkan berbagai dampak negatif, khususnya terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat sekitar. Kondisi inilah yang memunculkan beragam opini publik, baik yang mendukung maupun yang menolak keberlanjutan pertambangan galian C di wilayah tersebut.

‎Dari sudut pandang ekonomi, pertambangan galian C di Desa Pancaregang memberikan manfaat yang cukup nyata. Kegiatan ini membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal, baik sebagai pekerja tambang, sopir angkutan, maupun tenaga pendukung lainnya. Selain itu, keberadaan pertambangan juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi. Bagi sebagian warga, pertambangan galian C menjadi sumber penghidupan yang mampu membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, tidak sedikit masyarakat yang memandang aktivitas ini sebagai peluang yang perlu dipertahankan demi meningkatkan kesejahteraan.

‎Namun demikian, manfaat ekonomi tersebut tidak dapat dilepaskan dari berbagai dampak lingkungan yang ditimbulkan. Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah kerusakan lahan akibat proses penggalian yang tidak terkendali. Perubahan bentuk permukaan tanah menyebabkan hilangnya fungsi lahan, baik sebagai penyangga ekosistem alam. Selain itu, aktivitas alat berat dan kendaraan pengangkut material sering menimbulkan debu yang mencemari udara, sehingga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.

‎Dampak lingkungan lainnya adalah kerusakan sistem drainase dan meningkatnya risiko banjir. Penggalian tanah dan batuan dapat mengubah aliran air alami, menyebabkan sedimentasi pada sungai atau saluran air di sekitar desa. Pada musim hujan, kondisi ini dapat memperparah genangan air dan meningkatkan potensi bencana banjir. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan dan keberlanjutan lingkungan tempat tinggal mereka.

‎Selain dampak lingkungan, pertambangan galian C juga membawa konsekuensi sosial yang cukup kompleks. Aktivitas pertambangan sering menimbulkan konflik kepentingan antara masyarakat yang diuntungkan secara ekonomi dan masyarakat yang dirugikan akibat dampak lingkungan. Perbedaan pandangan ini dapat memicu ketegangan sosial dan menurunkan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Di beberapa kasus, masyarakat yang tinggal paling dekat dengan lokasi tambang merasa tidak mendapatkan manfaat yang sebanding dengan risiko dan kerugian yang mereka alami.

‎Maka berdasarkan pengamatan saya terhadap pertambangan galian C di Desa Pancaregang pada akhirnya mencerminkan adanya dilema antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Di satu sisi, pertambangan dianggap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, di sisi lain, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan berpotensi mengancam keberlanjutan hidup masyarakat dalam jangka panjang. Oleh karena itu, banyak pihak menilai bahwa kegiatan pertambangan galian C tidak dapat hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

‎Peran pemerintah menjadi sangat penting dalam menyikapi persoalan ini. Pemerintah daerah diharapkan mampu melakukan pengawasan yang ketat terhadap aktivitas pertambangan, memastikan bahwa kegiatan tersebut memiliki izin resmi dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, penerapan prinsip pertambangan berkelanjutan, seperti reklamasi lahan pascatambang dan pengelolaan lingkungan yang baik, perlu ditegakkan secara konsisten. Dengan demikian, dampak negatif yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

‎Sebagai penutup, pertambangan galian C di Desa Pancaregang, Kecamatan Pabuaran merupakan fenomena yang tidak dapat dipandang secara hitam putih. Manfaat ekonomi yang dihasilkan harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial masyarakat.opini publik yang berkembang menunjukkan perlunya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Tanpa pengelolaan yang bijaksana dan berkelanjutan, pertambangan galian C justru berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar dibandingkan manfaat yang diperoleh.

‎Penulis: Haris Muhtadiin
‎Dosen Pengampu: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.
‎Kaprodi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.
‎Program Studi Administrasi Negara
‎Universitas Pamulang – Serang

Scroll Untuk Lanjut Membaca