LEBAK (siberone.co.id)- Cuaca ektrim pohon berukuran besar di Jalan Multatuli, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, tumbang dan timpa asrama polisi (Aspol), sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (20/11/2025). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun, selain merusak asrama polisi tumbangnya pohon yang berukuran besar juga merusak pagar dan trotoar di jalan tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mendapati laporan langsung turun ke lapangan dan melakukan evakuasi dengan memotong batang kayu dengan menggunakan gergaji dan alat lainnya yang dibutuhkan.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebak, Agus Riza mengatakan, pohon tumbang yang terjadi di Jalan Multatuli akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama. Dan berdasarkan informasi yang diterima BPBD tumbangnya pohon yang berukuran besar itu juga diakibatkan faktor usia.
“Untuk korban jiwa tidak ada, namun tumbangnya pohon besar yang diperkirakan berusia 50 Tahun ini menimpa asrama polisi hingga rusak,” kata Agus kepada wartawan.
Selain asrama polisi, Agus menambahkan kerusakan juga terjadi pada pagar dan trotoar. Evakuasi kata Agus tidak menemui kendala, anggota dengan perlengkapan yang memadai berhasil mengevakuasi pohon tersebut.
Mengingat cuaca ekstrim yang masih terjadi di Kabupaten Lebak, Agus mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, baik yang berada di daerah rawan bencana longsor, banjir maupun pohon tumbang.
“Cuaca ekstrim berdasarkan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) masih akan terus terjadi hingga Februari 2025 mendapat. Oleh karenanya, kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang ditimbulkan akibat cuaca tersebut,” tandasnya.
Warga Rangkasbitung, Sopian mengatak tidak hanya di Jalan Multatuli pohon berukuran besar juga masih terlihat di sejumlah jalan di wilayah Kota Rangkasbitung. Oleh karena, bapak satu anak ini berharap Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk segera menginventarisi pohon yang rawan tumbang.
“(Pohon besar) Minimal dipangkas, karena warga ketika berkendara maupun yang rumahnya dekat dengan pohon tersebut sangat mengkhawatirkan terjadinya pohon tumbang. Jadi jangan sampai tunggu korban dulu baru di lakukan tindakan,” pungkasnya.


