TANGERANG SELATAN, (siberone.co.id) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat komitmennya dalam membangun kota yang modern, aman, dan berkelanjutan melalui penataan jaringan utilitas di berbagai koridor jalan utama. Program ini menjadi bagian dari transformasi infrastruktur perkotaan agar jaringan telekomunikasi, kelistrikan, maupun utilitas lainnya tertata lebih rapi dengan sistem bawah tanah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangerang Selatan, Robbi, menegaskan bahwa penataan jaringan utilitas tidak berhenti pada satu kawasan saja. Pemerintah akan melanjutkan pekerjaan tersebut secara bertahap hingga seluruh wilayah Tangsel memiliki sistem utilitas yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, keberadaan kabel udara yang selama ini memenuhi sejumlah ruas jalan tidak hanya mengurangi estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan keselamatan ketika terjadi cuaca ekstrem atau kerusakan jaringan. Oleh karena itu, pembangunan jaringan bawah tanah menjadi solusi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus melanjutkan penataan jaringan utilitas pada koridor-koridor jalan utama lainnya secara bertahap hingga jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah kota semakin tertata, aman, dan mendukung pembangunan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan,” ujar Robbi.

Penataan utilitas bawah tanah merupakan salah satu strategi pembangunan kota yang tidak hanya memperhatikan fungsi teknis, tetapi juga kualitas lingkungan perkotaan. Dengan berkurangnya kabel yang menggantung di udara, wajah kota menjadi lebih bersih, tertata, dan mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang modern.

Selain meningkatkan estetika, jaringan utilitas bawah tanah juga dinilai mampu meningkatkan keandalan layanan telekomunikasi serta mempermudah proses pemeliharaan infrastruktur dalam jangka panjang. Sistem ini juga mengurangi risiko gangguan akibat pohon tumbang maupun cuaca buruk yang kerap merusak jaringan udara.

Meski demikian, Robbi mengakui bahwa selama proses pembangunan berlangsung masyarakat sempat mengalami ketidaknyamanan, terutama akibat pengaturan lalu lintas dan aktivitas pekerjaan di sejumlah ruas jalan.

“Kami memahami selama proses pembangunan masyarakat sempat merasa terganggu. Namun setelah selesai, manfaatnya dapat dirasakan bersama. Karena itu kami mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar Tangsel semakin nyaman, aman, dan memiliki wajah kota yang lebih tertata,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan penataan utilitas tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga fasilitas publik menjadi faktor penting agar investasi pembangunan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Program penataan utilitas ini sekaligus menjadi bagian dari visi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menciptakan infrastruktur perkotaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat daya saing kota sebagai salah satu kawasan metropolitan yang terus berkembang di Indonesia.

Dengan penataan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan optimistis akan menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman, aman, tertib, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.