Tangerang (SIBERONE.CO.ID) – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying) terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa menggelar Penyuluhan Pendidikan dan Hukum bertema “Stop Bullying” di SDN Sumur Bandung 01, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada hari Rabu, 05 Agustus 2026 jam 09.00 -12.00 WIB.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 siswa kelas VI, didampingi Kepala Sekolah H. Dulhamid, S.Pd., dewan guru, serta mahasiswa KKM Kelompok 94 Sumur Bandung yang diketuai oleh Dandi. Hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Saepudin, M.Pd., yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala SDN Sumur Bandung 01, H. Dulhamid, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penyuluhan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya bullying sangat penting diberikan kepada peserta didik sejak usia sekolah dasar agar mereka mampu membangun karakter yang saling menghormati, menghargai, dan peduli terhadap sesama.

“Bullying bukan hanya berdampak pada kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan karakter anak. Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Universitas Bina Bangsa yang telah memberikan edukasi kepada siswa kami,” ujarnya.

Sementara itu, Saepudin, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran hukum dan pendidikan karakter bagi generasi muda.

Materi penyuluhan disampaikan oleh H. Wahyudi, M.H., dosen Fakultas Hukum sekaligus Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Bina Bangsa Serang. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying). Dampak bullying dapat menimbulkan trauma, menurunkan rasa percaya diri, mengganggu prestasi belajar, hingga memengaruhi kesehatan mental anak. Edukasi dan penyuluhan terbukti menjadi salah satu langkah efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan cara mencegah bullying.

Lebih lanjut, H. Wahyudi menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan perundungan. Oleh karena itu, siswa diajak untuk berani mengatakan tidak terhadap bullying, menghormati perbedaan, menyelesaikan konflik secara damai, serta melaporkan kepada guru apabila mengetahui atau mengalami tindakan perundungan.

Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka diberikan contoh-contoh kasus yang sering terjadi di lingkungan sekolah serta diajak memahami bagaimana menjadi teman yang baik, saling menghargai, dan berani membantu korban bullying.

Ketua KKM Kelompok 94 Sumur Bandung, Dandi, menyampaikan bahwa mahasiswa merasa bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah dasar. Menurutnya, pendidikan karakter harus dibangun sejak dini agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh siswa mampu menjadi pelopor budaya anti-bullying di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Sinergi antara sekolah, keluarga, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran hukum sejak usia dini.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, kepala sekolah, dewan guru, mahasiswa KKM, dosen pembimbing lapangan, dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang ramah anak, aman, dan bebas dari bullying.