Rangkasbitung, INFO_Pas, (siberone.co.id) – Keterampilan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung diacungi jempol oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Tejo Harwanto dalam kunjungan kerjanya ke Bengkel Kerja Pembinaan Lapas Rangkasbitung, Rabu (22/12/2021). Salah satu yang menjadi perhatian khusus yaitu keterampilan membuat gitar. Menariknya, gitar yang dibuatnya berbeda dari lain. Sebab dibuat dari bahan bekas bahkan ada yang berbahan baku buah berenuk.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Namun jangan salah, meski dibuat dari bahan bekas maupun buah berenuk, suara yang dihasilkan oleh gitar buatan warga binaan Lapas Rangkasbitung ini tak berbeda dengan gitar kebanyakan. Tejo memberikan apresiasi atas keterampilan yang dimumpuni oleh para warga binaan Lapas Rangkasbitung, Ia mengungkapkan bahwa Pemasyarakatan mempunyai tujuan untuk membentuk warga binaan pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindakan pidana sehingga masyarakat dapat menerima mereka kembali.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah merumuskan program pembinaan kemandirian narapidana agar setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan, narapidana dapat mandiri memenuhi kebutuhannya.

“Stigma negatif masyarakat tentang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bukan lagi menjadi hal yang tabu. Padahal Lapas tak sekedar membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) namun juga dapat berkarya membangun negeri. Untuk itu, perlunya publikasi terkait kondisi dan kegiatan pembinaan yang ada di Lapas kepada masyarakat umum. Selain memberikan informasi, perlunya juga edukasi kepada masyarakat.” Ujar Tejo kepada Kepala Lapas Rangkas Bitung, Budi Ruswanto.

Selain gitar, para warga binaan Lapas Rangkasbitung juga memproduksi “Lomar” atau yang lebih dikenal dengan ikat kepala suku baduy. Lomar sendiri saat ini telah banyak diminati diberbagai kalangan. Terlebih lagi, lomar khas baduy ini pernah dipakai Presiden Joko Widodo saat menghadiri sidang tahunan MPR RI dan Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka HUT RI ke-76 di Kompleks MPR/DPR, pada 16 agustus yang lalu, yang membuat lomar menjadi viral di media sosial.

“Momentum ini, kami manfaatkan dengan baik untuk memproduksi lomar yang dikerjaksan langsung oleh para warga binaan. Yang nantinya lomar ini dapat dipasarkan kepada masyarakat serta menjadi ajang promosi pariwisata baduy itu sendiri”, ungkap Budi Ruswanto, Kalapas Rangkasbitung.

Budi juga mengungkapkan bahwa dalam menciptakan WBP sebagai SDM unggul dan produktif, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya serta pembinaan untuk para WBP.

“Tentunya kita butuh dukungan dari berbagai pihak, seperti kantor wilayah, mitra kerja, stakeholder, dan masyarakat. Pembinaan menghasilkan keterampilan berkualitas pada warga binaan yang kelak dapat berdayaguna bagi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”, tuturnya.