
Pandeglang, (siberone.co.id) – DPRKP Banten bangun Rumah tahan gempa dan pada tahun ini rencana sebanyak 280 rumah yang akan dibangun di Provinsi Banten. Dari sekian yang sudah dibangun kini membangun kembali sebanyak empat unit rumah tahan gempa bumi 7 Skala Ritcher di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang
Empat rumah tahan gempa bumi dibangun, merupakan progran rumah masuk kategori rumah tidak layak huni (RTLH) yang diusulkan Pemerintah Desa Bandung dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten.
Keempat rumah yang dibangun, satu rumah merupakan rumah janda bernama Cucun Sunayah (52) warga Kampung Cileuksa RT 02 RW 01, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, ambruk rata dengan tanah setelah diguyur Hujan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten Rahmat Roegianto ST, MT didampingi kepala Bidang Perumahan Suhadi mengatakan, selain rumah ini ada tiga rumah warga lain juga dibangun.
“Sedang dalam tahap pengerjaan.
Kebetulan untuk yang ini milik ibu Cucun sudah selesai dan diserah terimakan,” katanya usai serah terima kunci rumah di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Dia menjelaskan, pada tahun 2024 ini, berencana membangun rumah dengan tipe sama seperti ini tipe RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) kurang lebih sebanyak 239 rumah. Tersebar di empat Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten.
“Ditambah lagi ada rehab sebanyak 41 rumah. Jadi kalau 239 rumah tipe RISHA ditambah 41 rehab rumah maka kurang lebih 280 rumah kita bangun di tahun 2024 ini,” ujarnya.
Selain itu yang sudah terima kunci sebanyak 40 unit rumah. Targetnya di pertengahan bulan Desember nanti sebanyak 280 rumah sudah menerima kunci semua.

Sedangkan kalau jumlah bantuan rumah di Kabupaten Pandeglang sebanyak 75 rumah. Sisanya tersebar di Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang dan Kota Serang,” terangnya.
Tidak hanya itu, bangunan rumah yang dibangun dengan ukuran 36 meter persegi atau 6X6 meter. Dengan dua kamar tidur, kemudian satu kamar mandi dengan menggunakan teknologi RISHA yaitu Rumah Instan Sederhana Sehat.
“Ini kita menggunakan balok komponem pra cetak. Ini strukturnya baik selupnya semua menggunakan beton pra cetak,” ungkapnya.
Menurutnya, bangunan dindingnya dari hebel. Kemudian diplester dengan menggunakan atap baja ringan dan genteng metal roof.
“Bangunan rumah RISHA ini kalau berdasarkan hasil penelitian Litbang Kementerian PUPR ini bisa tahan gempa bumi sampai 7 Skala Richter,” pungkasnya.
Selain itu di tempat terpisah, Kepala Desa (Kades) Bandung Wahyu Kusnadiharja mengucapkan, terima kasih kepada Pj Gubernur Banten.
“Alhamdulillah rumah milik Ibu Cucun Sunayah yang sebelumnya roboh karena hujan, hari ini sudah terbangun dengan sangat baik dan sudah bisa diisi,” Ujarnya. (Adv).


