Kabupaten Tangerang, (siberone.co.id) — DPRD Provinsi Banten melalui Komisi V terus mendorong upaya pencegahan stunting di wilayah Banten, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten di Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten Abraham Garuda Laksono yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya edukasi masyarakat terkait stunting. Menurutnya, Kabupaten Tangerang masih memiliki angka stunting yang perlu mendapat perhatian khusus, berdasarkan data sampling yang menunjukkan potensi kenaikan kasus.

“Kami konsisten dan fokus dalam upaya pencegahan stunting. Terlebih di Kabupaten Tangerang, ada indikasi angka stunting bisa meningkat jika tidak dilakukan langkah-langkah pencegahan secara masif. Karena itu, sosialisasi seperti ini sangat penting untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat,” ujar Abraham.

Salah satu poin penting dalam program ini adalah pemeriksaan ibu hamil melalui Antenatal Care Terpadu (ANC) sebanyak enam kali selama masa kehamilan, dengan dua diantaranya wajib dilakukan oleh dokter menggunakan alat USG. Deteksi dini melalui USG ini dinilai sangat efektif dalam mencegah risiko komplikasi dan keterlambatan pertumbuhan janin yang dapat menyebabkan stunting.

“Kami di DPRD akan terus mengawal program-program strategis seperti KIA ini agar benar-benar sampai ke masyarakat dan memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting,” tambah Abraham.

Sosialisasi ini juga diikuti oleh tokoh masyarakat, para kader posyandu, dan warga setempat yang antusias menyimak pemaparan dari Kepala Puskesmas Bojong Nangka, dr Salmawati. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa program KIA merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi, hingga lansia.