Foto bersama Kel. Bpk Adam bersama Tim PHO Kecamatan Setu

TANGERANG SELATAN, (siberone.co.id) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mempercepat pelaksanaan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RUTLH) atau bedah rumah sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga akhir Juni 2026, pelaksanaan tahap pertama yang mencakup 186 unit rumah telah mencapai progres rata rata 100 persen dan ditargetkan selesai seluruhnya sesuai jadwal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Program yang dilaksanakan melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) tersebut menjadi salah satu agenda prioritas Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, sehat, dan aman.

 

Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan, mengatakan total terdapat 329 unit rumah yang menjadi sasaran program bedah rumah sepanjang tahun 2026. Pelaksanaan dibagi dalam dua tahap untuk memastikan kualitas pekerjaan dan efektivitas penyaluran bantuan.

 

“Untuk tahun 2026 total ada 329 unit rumah yang menjadi sasaran program. Tahap pertama sebanyak 186 unit dan progresnya rata rata sudah mencapai 100 persen. Penyelesaiannya ditargetkan akhir Juni,” ujar Aries.

Tomasrullah Lengkong karya

Sebaran Penerima di Tujuh Kecamatan

 

Program rehabilitasi rumah tidak layak huni pada tahap pertama tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangerang Selatan. Kecamatan Pondok Aren menjadi wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak, yakni 40 unit rumah.

 

Sementara itu, Kecamatan Serpong memperoleh 31 unit rumah, Ciputat sebanyak 27 unit, Pamulang 25 unit, Serpong Utara 23 unit, serta masing masing 20 unit di Kecamatan Setu dan Ciputat Timur.

 

Distribusi tersebut dilakukan berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan tingkat kebutuhan masyarakat yang diusulkan melalui berbagai mekanisme pengajuan.

 

Menurut Aries, pemerataan pelaksanaan program menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Tangsel.

 

Tahap Kedua Dimulai Awal Juli

 

Setelah tahap pertama rampung, Disperkimta akan melanjutkan rehabilitasi rumah pada tahap kedua yang mencakup 143 unit rumah.

 

Sebelum pekerjaan dimulai, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan tahap pertama. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar teknis dan kualitas bangunan yang telah ditetapkan.

 

“Setelah evaluasi tahap pertama, kami lanjutkan pelaksanaan tahap kedua sebanyak 143 unit. Rencananya mulai awal Juli dan ditargetkan selesai pada awal September,” kata Aries.

 

Pada tahap kedua, Pondok Aren kembali menjadi wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak, yakni 37 unit rumah. Selanjutnya Kecamatan Serpong memperoleh 25 unit, Ciputat 22 unit, Ciputat Timur 17 unit, Pamulang dan Serpong Utara masing-masing 15 unit, serta Setu sebanyak 12 unit rumah.

 

Dengan pola pelaksanaan tersebut, seluruh target pembangunan dan rehabilitasi 329 unit rumah tidak layak huni di Tangsel diharapkan dapat selesai sebelum berakhirnya triwulan ketiga tahun 2026.

 

Tingginya Kebutuhan Hunian Layak

 

Meski progres program berjalan sesuai target, kebutuhan masyarakat terhadap bantuan perbaikan rumah masih tergolong tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah usulan yang masuk ke pemerintah daerah yang mencapai lebih dari 1.000 unit rumah.

 

Namun demikian, keterbatasan anggaran membuat pemerintah hanya dapat merealisasikan sebagian dari kebutuhan tersebut pada tahun ini.

Ibu isah – sawah

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan bahwa program bedah rumah merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak.

 

“Yang diajukan lebih dari 1.000 unit, namun tahun ini kami mendapat pagu anggaran untuk 329 unit,” ujarnya.

 

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan pembiayaan pemerintah daerah. Karena itu, penentuan penerima bantuan dilakukan berdasarkan sistem prioritas dan tingkat kerusakan bangunan yang dinilai paling mendesak untuk diperbaiki.

 

Mendorong Kualitas Hidup Warga

 

Program RUTLH tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi instrumen peningkatan kualitas hidup masyarakat. Rumah yang layak dinilai memiliki dampak langsung terhadap kesehatan keluarga, kenyamanan tinggal, hingga produktivitas penghuni.

 

Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap melalui rehabilitasi ratusan rumah pada tahun 2026, semakin banyak warga yang dapat menikmati lingkungan hunian yang sehat, aman, dan memenuhi standar kelayakan.

 

Di tengah tingginya kebutuhan perbaikan rumah masyarakat berpenghasilan rendah, keberhasilan penyelesaian 329 unit rumah tahun ini menjadi langkah penting dalam mengurangi jumlah hunian tidak layak huni di Tangsel sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.