Serang, (siberone.co.id) — Fakultas Teknik Universitas Serang Raya (UNSERA) terus memperluas jejaring internasional dengan menggandeng Misamis University, Filipina, melalui kegiatan International Community Service yang berfokus pada pengembangan potensi produk unggulan daerah berbasis heritage dan ekonomi kreatif di Kampung Sukadiri, Desa Kasunyatan, Kota Serang. (21/10/2025)
Mengusung tema “Development of Sukadiri Regional Leading Products”, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dosen dari Misamis University, yaitu Ms. Rean Angelie B. Cayanpat, CPA, dan Mr. Ariel A. Apao, MBA. Keduanya berkolaborasi dengan dosen Fakultas Teknik UNSERA, Lurah Sukadiri Neneng Titin Kurnia, S.Pd., M.Si., Ketua Pokdarwis Maulana Yusuf Saepudin, S.E., serta masyarakat dan anggota Pokdarwis setempat.
Interaksi antara dosen dan masyarakat menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan lintas budaya sekaligus mendorong inovasi berbasis kearifan lokal. Melalui sesi diskusi dan praktik membatik khas Sukadiri, kegiatan ini menjadi ajang pertukaran ilmu dan budaya antara akademisi Indonesia dan Filipina.
Sebagai puncak kegiatan, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Teknik UNSERA dan Pokdarwis Maulana Yusuf Banten. Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Serang Raya dan Misamis University Filipina. Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring internasional berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dekan Fakultas Teknik UNSERA, Wahyu Oktri Widyarto, S.T., M.T., Ph.D, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen Fakultas Teknik dalam menghadirkan kolaborasi global yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ilmu teknik dapat hadir di tengah masyarakat, memberikan dampak nyata, serta membuka ruang kolaborasi global yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Batik Khas Sukadiri, Eka Indah Yuslistyari, S.T., M.T., berharap kolaborasi ini dapat menjadi motor penggerak bagi ekonomi kreatif masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap batik Sukadiri dapat berkembang tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber ekonomi yang berdaya saing,” ungkapnya. (Humas/Her)

