SERANG, Siberone.co.id — Dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu melaksanakan Gerakan Penanganan Sampah dan Limbah sebagai komitmen nyata menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan pesisir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tim Pengandalian Lingkungan Pelabuhan Perikanan mencatat dalam dari Januari hingga 20 April 2026, volume sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 2,3 ton, terdiri dari sampah darat dan sampah laut, 1.153 Kg sampah organik, 563 Kg sampah anorganik selain plastik, 351 Kg sampah plastik, 238 Kg sampah alat penangkapan ikan.

Angka ini menjadi tolok ukur keberhasilan sekaligus bukti nyata kerja bersama seluruh pihak dalam mengurangi pencemaran laut akibat aktivitas perikanan.

Aksi bersih-bersih melibatkan nelayan, pengelola pelabuhan, pelaku usaha perikanan, hingga masyarakat sekitar. Sampah plastik seperti botol, kantong kresek, jaring bekas, hingga styrofoam dikumpulkan dan dipilah bersama limbah organik berupa sisa ikan dan limbah dapur kapal juga alat penangkapan ikan yang sudah rusak. Semua pihak bergotong royong menjadikan dermaga lebih rapi dan laut lebih sehat.

Kepala PPN Karangantu Parlinggoman Tampubolon menegaskan, “Data ini menunjukkan kerja bersama yang konsisten. Kami ingin pelabuhan tetap bersih, karena laut yang sehat adalah sumber kehidupan,” katanya.

Selain aksi rutin, PPN Karangantu juga melakukan sosialisasi ringan kepada pengguna jasa pelabuhan tentang pentingnya pengelolaan sampah dan limbah secara berkelanjutan.

Dengan capaian ini, PPN Karangantu semakin menegaskan perannya sebagai pusat ekonomi sekaligus contoh budaya kerja ramah lingkungan. Ke depan, gerakan penanganan sampah akan terus dijadikan bagian dari budaya kerja sehari-hari, dengan dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan.