SERANG, (siberone.co.id) — Dalam upaya memperkuat tata kelola usaha dan mendorong kemandirian finansial pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner lokal khas Banten, tim Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang menggelar program edukasi dan pendampingan manajemen keuangan bagi pelaku usaha Sate Bandeng “Ibu Hayati” di Kampung Domas, Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.
Kegiatan yang diketuai oleh Nufa Nufus Fatimah bersama tujuh mahasiswa Akuntansi UNPAM serta didampingi oleh dosen pembimbing Nistri Kusumawardani, S.E., M.Ak. dan Tiyas Puji Utami, S.Ak., M.Ak. ini mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi dan Operasional untuk Meningkatkan Efisiensi UMKM Sate Bandeng di Wilayah Kecamatan Pontang”.
*Solusi atas Masalah Klasik UMKM Mikro*
Sate Bandeng merupakan salah satu komoditas kuliner unggulan khas Banten yang memiliki potensi pasar dan daya tarik wisatawan yang tinggi. Namun, dalam praktik operasional harian, sebagian besar UMKM kuliner skala mikro masih menghadapi kendala manajemen finansial. Masalah utama yang sering dijumpai adalah percampuran antara dana usaha dengan kantong pribadi/domestik rumah tangga (blended funds), ketiadaan catatan arus kas yang rapi, serta belum adanya kalkulasi Harga Pokok Penjualan (HPP) yang presisi.
“Fluktuasi harga bahan baku utama seperti ikan bandeng segar, santan, dan bumbu dapur di pasar lokal sering kali menggerus margin keuntungan usaha tanpa terdeteksi karena penetapan harga jual selama ini hanya berpatokan pada estimasi pasar competitor,” ujar Ketua Tim PKM, Nufa Nufus Fatimah. “Pencampuran uang pribadi dan modal bisnis juga berisiko memicu hidden bankruptcy atau kebangkrutan tersembunyi,” tambahnya.
*Integrasi Edukasi, Pelatihan HPP, dan Digitalisasi Kas berbasis Android*
Guna mengatasi tantangan tersebut, tim PKM Mahuntansi UNPAM memberikan solusi komprehensif melalui tiga tahapan interaktif:
1. Edukasi Pemisahan Rekening Kas & Konsep Gaji Pemilik (Owner’s Salary): Memberikan pemahaman mendasar pentingnya memisahkan dompet pribadi dan bisnis agar modal usaha tidak habis terpakai untuk konsumsi rumah tangga.
2. Workshop Formulasi HPP Baku: Pembedahan komponen biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) secara akurat untuk menetapkan margin keuntungan riil yang tahan terhadap gejolak harga bahan baku.
3. Digitalisasi Pembukuan Kas Harian: Pelatihan dan simulasi pengoperasian aplikasi pembukuan digital berbasis Android pada smartphone pemilik usaha, sehingga pencatatan transaksi masuk-keluar serta laporan laba-rugi dapat terbuat secara otomatis.
*Dampak dan Harapan Keberlanjutan*
Melalui metode sosialisasi interaktif, simulasi praktik langsung, dan pendampingan lapangan, kegiatan ini diikuti oleh pemilik UMKM Sate Bandeng beserta ekosistem internal staf usahanya. Target utama dari program ini adalah terciptanya kemandirian pencatatan keuangan dan efisiensi biaya operasional, sehingga usaha kuliner lokal Sate Bandeng memiliki fondasi keuangan yang sehat, transparan, serta siap berkembang menuju akses pembiayaan yang lebih luas.
Langkah nyata yang dilakukan oleh mahasiswa UNPAM PSDKU Serang ini diharapkan dapat memicu semangat modernisasi tata kelola bagi para pelaku UMKM kuliner lokal lainnya di wilayah Kabupaten Serang dan Provinsi Banten.


