JAKARTA, Siberone.co.id – Dalam upaya meningkatkan sinergi pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dalam penanganan kasus kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Salemba berkolaborasi dengan RS dr. Abdul Radjak Salemba menyelenggarakan kegiatan Gathering Perusahaan Peserta BPJS Ketenagakerjaan bertema “Protecting Workforce, Saving Lives: Sinergi Penanganan Kecelakaan Kerja dan Optimalisasi Layanan Jaminan Ketenagakerjaan.”

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, rumah sakit, dan perusahaan peserta guna memastikan pelayanan yang cepat, tepat, dan terintegrasi bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.

Acara yang berlangsung di Jakarta ini dibuka oleh Direktur RS dr. Abdul Radjak Salemba, dr. Ali Martomo, serta Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba, Widodo. Sebanyak 44 perwakilan perusahaan binaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Salemba dan 17 mitra Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) RS dr. Abdul Radjak turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain mempererat hubungan kerja sama antar pemangku kepentingan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman perusahaan terhadap manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), memperkenalkan layanan unggulan rumah sakit, serta memperkuat kualitas pelayanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam sambutannya, Widodo menegaskan pentingnya sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, fasilitas kesehatan, dan perusahaan untuk memastikan setiap pekerja mendapatkan perlindungan optimal ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja. “Kolaborasi yang kuat antara BPJS Ketenagakerjaan, rumah sakit, dan perusahaan merupakan kunci dalam menghadirkan layanan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi pekerja. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh perusahaan memahami alur pelayanan Jaminan Kecelakaan Kerja sehingga peserta dapat memperoleh penanganan terbaik sejak kejadian hingga kembali produktif bekerja,” ujar Widodo.

Materi utama kegiatan disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Ade Susanty, yang memaparkan alur layanan kecelakaan kerja serta implementasi Program Integrated Job Care (IJC). Dalam paparannya dijelaskan bahwa penanganan kecelakaan kerja harus dilakukan secara cepat untuk memanfaatkan golden period, yaitu fase kritis yang sangat menentukan keberhasilan tindakan medis dan prognosis pasien. Melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan yang tergabung dalam jaringan PLKK, peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat memperoleh layanan kesehatan komprehensif mulai dari penanganan gawat darurat hingga proses rehabilitasi dan kembali bekerja.

Ade Susanty menjelaskan bahwa peserta yang mengalami kecelakaan kerja dapat langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit PLKK terdekat. Proses pelayanan dilakukan dengan menunjukkan kartu fisik maupun kartu elektronik BPJS Ketenagakerjaan untuk pendaftaran, kemudian BPJS Ketenagakerjaan akan memproses laporan kecelakaan guna memastikan peserta memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhan medisnya. Kemudahan akses terhadap fasilitas PLKK juga dapat diperoleh melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) pada menu daftar mitra layanan.

Selain sosialisasi program JKK, kegiatan juga diisi dengan sesi Health Talk yang disampaikan oleh drg. Lukyanto, Sp.BM mengenai trauma rahang dan dislokasi mandibula. Topik ini dipilih karena merupakan salah satu jenis cedera yang kerap terjadi akibat kecelakaan kerja, terutama kecelakaan lalu lintas. Dalam paparannya, drg. Lukyanto menjelaskan bahwa penanganan trauma rahang harus memperhatikan aspek jalan napas, pengendalian perdarahan, serta terapi yang tepat pada jaringan keras maupun jaringan lunak untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan peluang pemulihan pasien.

Menutup kegiatan tersebut, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba, Widodo, mengajak seluruh perusahaan untuk terus memperkuat sinergi dalam memberikan perlindungan terbaik bagi para pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Perlindungan pekerja bukan hanya menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga memerlukan komitmen bersama dari perusahaan dan mitra layanan kesehatan. Kami mengajak seluruh perusahaan untuk semakin aware terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan serta memastikan seluruh pekerja memperoleh hak perlindungan yang optimal. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan memberikan ketenangan bagi pekerja maupun keluarganya,” tutup Widodo.

Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan dan RS dr. Abdul Radjak Salemba berharap terbangun pemahaman yang lebih baik di kalangan perusahaan mengenai pentingnya penanganan kecelakaan kerja secara cepat dan terkoordinasi. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruh pekerja Indonesia.