LEBAK (siberone.co.id) – Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, mengantisipasi ancaman banjir lebih meluas dan serangan penyakit hama tanaman seiring tingginya intensitas curah hujan selama beberapa pekan terakhir.
“Areal persawahan di wilayah kami tergenang banjir seluas lima hektare dari tanaman seluas 150 hektare,” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Bungah Kabupaten Lebak Ruhiana di Lebak, Sabtu.
Tanaman padi di wilayah Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, kata dia, jika curah hujan tinggi rawan banjir dan hama penyakit tanaman.
Menurutnya, saat ini areal persawahan tergenang banjir seluas lima hektare dan dipastikan meluas bila curah hujan tersebut berlangsung lama.
Selain itu, lanjutnya, curah hujan tinggi memicu perkembang biakan hama penyakit tanaman, seperti tikus, wereng, walangsangit, dan penggerak batang, karena suhu menjadi lembab.
“Karena itu petani di sini sudah siap menghadapi serangan penyakit tanaman dengan menyediakan pestisida,” kata Ruhiana.
Selain itu, lanjutnya, disiapkan alat berat untuk pengerjaan melakukan normalisasi saluran air agar tidak menimbulkan banjir.
Beruntungnya, kata dia, tanaman padi di wilayah nya telah memasuki angka tanam rata-rata 70 hari, sehingga kuat jika terserang banjir sampai enam hari, juga tahan terhadap serangan hama.
“Kami meyakini tanaman padi bisa dipanen Februari 2026, karena dipastikan curah hujan menurun,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan pihaknya telah menyiapkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) jika terjadi serangan hama tanaman padi akibat curah hujan tinggi.
“Kami menyediakan pestisida untuk melakukan penyemprotan, guna menyelamatkan padi dari serangan hama tanaman agar bisa dipanen,” pungksnya.(Hd)


