Bandar Lampung, (siberone.co.id) – Nuansa haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti momen istimewa dalam Pagelaran Seni Budaya Karo yang digelar di Gedung Cio-Cio Merga Silima, Bandar Lampung. Di tengah-tengah rangkaian acara adat, Ketua Umum Karo Foundation, Letjen TNI (Purn) Musa Bangun, bersama sang istri, menerima makanan khas budaya Karo yaitu “Manuk Sangkep” dari pihak Kalimbubu Sembiring Mergana

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemberian “Manuk Sangkep” ini menjadi simbol penghormatan, doa, dan ucapan syukur atas kenaikan pangkat kehormatan yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto kepada Letjen TNI (Purn) Musa Bangun di bandar Lampung 3 /10/2025

Dalam sambutannya, Letjen TNI (Purn) Musa Bangun menyampaikan rasa syukur dan penghargaan atas perhatian dan penghormatan dari keluarga besar Karo, khususnya kalimbubu (pihak pemberi perempuan) yang telah memberikan “manuk sangkep”, sebuah hidangan adat berbentuk ayam utuh yang sarat makna simbolis dalam budaya Karo.

“Saya dan istri mengucapkan terima kasih kepada kalimbubu Sembiring Mergana yang telah memberikan makanan budaya Manuk Sangkep kepada kami. Ini adalah penghormatan yang sangat kami hargai,”ujar Musa Bangun.

Ia juga menambahkan, momen ini menjadi doa bersama agar semua keluarga dan masyarakat diberikan kesehatan, keberkahan, serta persaudaraan yang erat, sesuai semangat budaya Karo yang menjunjung tinggi nilai adat dan kekeluargaan.

Letjen TNI (Purn) Musa Bangun mendapat kehormatan atas pengabdiannya kepada bangsa dan negara melalui penganugerahan kenaikan pangkat kehormatan oleh Presiden Republik Indonesia. Momen ini kemudian dijadikan bagian dari syukuran sederhana dalam balutan adat Karo, yang menggabungkan unsur budaya, spiritualitas, dan rasa hormat terhadap leluhur.

Pemberian “manuk sangkep” berlangsung di tengah kemeriahan Pagelaran Seni Budaya Karo yang mengangkat tema “Mburo Ate Tedeh Bangun Mergana”. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga penguatan nilai-nilai kekeluargaan di tanah perantauan.

Tradisi dan budaya tidak pernah lekang oleh waktu. Momen seperti ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan individu tetap bersandar pada doa, adat, dan restu keluarga serta komunitas. Karo Foundation dan masyarakat Karo di Lampung telah memberikan contoh bahwa budaya bisa menjadi cara paling indah untuk merayakan kebanggaan bersama.( Bgn)