TANGERANG , (siberone.co.id)- Upaya Pemerintah Kota Tangerang menekan risiko stunting terus diperkuat melalui intervensi pangan dan edukasi gizi langsung kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dengan menyalurkan paket Bahan Pangan Segar Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) kepada 30 balita di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Selasa (12/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program tersebut merupakan bagian dari Pembinaan Kewaspadaan Pangan dan Gizi, yang dirancang berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing masing wilayah.

Langkah ini tidak sekadar menghadirkan bantuan bahan pangan bagi keluarga penerima manfaat. DKP juga mendorong orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai fondasi pertumbuhan anak sekaligus langkah pencegahan stunting sejak usia dini.

Intervensi Menyasar Balita yang Membutuhkan

Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Kota Tangerang, Lisnah, mengatakan Kelurahan Jurumudi dipilih sebagai lokasi intervensi berdasarkan hasil monitoring kewaspadaan pangan dan gizi.

“Kami hadir langsung di Kelurahan Jurumudi untuk memberikan stimulan gizi. Fokus kami adalah balita yang secara indikator berat badannya masih di bawah standar,” ujar Lisnah.

Paket pangan yang diberikan disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi balita. Bahan pangan tersebut mencakup sumber karbohidrat kompleks, protein hewani, serta sayuran yang dapat diolah keluarga menjadi menu sehari-hari yang lebih beragam dan bergizi.

Bukan Sekadar Membagikan Bantuan

DKP menekankan bahwa pemberian pangan harus berjalan beriringan dengan edukasi.

Sebab, tersedianya bahan makanan bergizi belum cukup apabila keluarga belum memahami cara mengolah dan menyajikannya sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.

“Penyaluran ini bukan hanya tentang memberikan bahan makanan, tetapi juga mengedukasi masyarakat bahwa pemenuhan gizi yang baik harus memenuhi unsur Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman atau B2SA,” tegas Lisnah.

Menurutnya, pemahaman orang tua menjadi salah satu kunci agar intervensi pangan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Kader Didorong Aktif Dampingi Keluarga

DKP juga mendorong kader di Kelurahan Jurumudi untuk memperkuat pendampingan terhadap keluarga penerima manfaat.

Pendampingan diperlukan untuk memantau pola makan anak sekaligus perkembangan berat badan dan tumbuh kembang balita dari waktu ke waktu.

“Kami berharap para kader di Kelurahan Jurumudi aktif mendampingi para orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak,” tambah Lisnah.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena penanganan stunting tidak dapat mengandalkan intervensi sesaat. Pemantauan secara rutin, edukasi keluarga, serta pemberian pangan yang tepat harus dilakukan secara berkelanjutan.

Targetnya Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Perubahan

Melalui kolaborasi DKP Kota Tangerang, Kecamatan Benda, Kelurahan Jurumudi, kader, dan keluarga penerima manfaat, sebanyak 30 balita sasaran diharapkan mengalami perbaikan kondisi gizi, terutama peningkatan berat badan pada evaluasi berikutnya.

Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, yakni kelurahan dan keluarga.

Dengan menggabungkan intervensi pangan, edukasi gizi, dan pendampingan, Pemkot Tangerang berupaya memastikan bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai paket pangan semata, tetapi menjadi pintu masuk menuju perubahan pola konsumsi dan peningkatan kualitas gizi anak.

Dari satu paket pangan, diharapkan lahir kebiasaan makan yang lebih sehat. Dari pendampingan keluarga, diharapkan tumbuh generasi yang lebih sehat dan bebas dari risiko stunting.