SERANG, (siberone.co.id) – Pentas Reog Ponorogo turut menyemarakkan pawai karnaval dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 78 tahun yang diselenggarakan Warga RW 05 Perumahan Puri Cisait Pratama, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Minggu 20/09/2023.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Seniman Reog Asal Ponorogo Jawa Timur, Tri Warsono mengungkapkan pentas Seni Reog adalah untuk menghibur warga. Selain itu, atraksi kesenian tradisional Reog Ponorogo meneruskan budaya bangsa jangan sampai tergerus oleh Zaman, yang mana saat ini zaman sudah modern.

Atraksi kesenian tradisional Reog Ponorogo ini mendapat sambutan antusias dari warga, mulai anak-anak hingga kalangan orang tua. Hal ini juga mengenalkan kepada anak-anak, bahwa Indonesia memiliki kesenian tradisional Reog Ponorogo yang telah diakui dunia.

“Antusiasme warga terhadap pentas reog, karena dua tahun terakhir tidak ada kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan RI karena adanya pandemi Covid 19. Karena itu, warga mengaku senang dan sangat terhibur dengan adanya acara tersebut,” katanya.

Di samping itu, kesenian tradisional Reog Ponorogo yang ada di RT 03/RW 05 yang turut menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 78 tahun, dengan adanya atraksi Reog masyarakat akan mengenal kesenian Reog yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.

“Penuh harapan kepada Pemerintah Desa Cisait dan Pemerintah Kabupaten Serang, agar memberikan ruang yang lebih untuk pentas Reog di wilayah Kabupaten Serang. Kami siap diundang dalam berbagai acara, dengan personil yang sudah mumpuni untuk pentas,” kata Tri Warsono dengan nada promosi.

“Berbagai atraksi Reog disuguhkan untuk menghibur warga, Seperti singo barong mengangkat anak di kepala Dadak, semburkan api dari mulut, Jathilan, salto dan jaranan yang dilakukan gadis-gadis cantik,” sambung Tri Warsono.

Sementara, Yulius salah seorang seniman Reog yang melakukan atraksi singo barong mengangkat seorang anak laki-laki diatas kepala singo barong tersebut. Meski cukup berat bagi orang biasa, namun seniman reog tersebut mampu mengusungnya sambil menari-nari. Tepuk sorai warga pun membahana memberi semangat sang pekerja seni Reog.

Usai atraksi, Yulius mengatakan intuk menjadi seorang pemanggul Dadak yang berlambangkan Burung Merak tersebut, diperlukan latihan yang mendasar, terutama latihan fisik. Kemudian latihan tari yang menggambarkan ciri khas reog.

“Terima Kasih kepada warga atas perhatiannya terhadap seni reog, muda-mudahan di tahun kedepan bisa tampil lagi,” tutupnya.