SERANG, (siberone.co.id) – Upaya mendorong efisiensi energi dan mendukung target transisi energi nasional terus diperkuat Pemerintah Provinsi Banten. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, kegiatan Pembinaan Teknis Konservasi Energi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) digelar sebagai langkah strategis untuk membangun budaya hemat energi di lingkungan pemerintahan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang mengangkat tema “Penghematan Penggunaan Listrik pada Bangunan Gedung Pemerintah Provinsi Banten” tersebut diikuti perwakilan seluruh OPD di lingkungan Pemprov Banten. Selain menjadi forum peningkatan kapasitas aparatur, kegiatan ini juga menjadi sarana menyamakan persepsi mengenai pentingnya konservasi energi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang efisien dan berkelanjutan.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, Ari James Faraddy, menegaskan bahwa penghematan energi tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus menjadi budaya kerja di setiap instansi pemerintah. Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting sebagai teladan dalam penerapan pola konsumsi energi yang bijak.

“Penghematan energi harus dimulai dari lingkungan kerja pemerintah agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh perangkat daerah mampu menerapkan langkah langkah efisiensi energi secara konsisten hingga menjadi kebiasaan sehari hari,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ari menjelaskan, Dinas ESDM Provinsi Banten telah menerapkan berbagai langkah konkret konservasi energi di lingkungan internal. Beberapa di antaranya adalah pembatasan penggunaan kendaraan operasional serta pengendalian konsumsi listrik di perkantoran melalui pemanfaatan energi secara lebih efektif dan terukur.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat sektor bangunan gedung, termasuk perkantoran pemerintah, merupakan salah satu pengguna energi terbesar. Efisiensi penggunaan listrik pada sistem penerangan, pendingin ruangan, maupun peralatan elektronik diyakini dapat memberikan penghematan signifikan terhadap anggaran operasional pemerintah daerah.

Tidak hanya fokus pada penghematan energi di gedung pemerintahan, Pemprov Banten juga terus mendorong percepatan pengembangan ekosistem energi bersih. Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebagai bagian dari dukungan terhadap penggunaan kendaraan listrik di Provinsi Banten.

Keberadaan SPKLU dipandang memiliki manfaat ganda. Selain memperkuat infrastruktur kendaraan listrik yang ramah lingkungan, fasilitas tersebut juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru dan meningkatkan peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pemanfaatan Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Banten, Ii Mahfudin, menuturkan bahwa pelaksanaan pembinaan teknis ini merupakan implementasi nyata kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong transisi energi dan efisiensi pemanfaatan sumber daya energi.

Menurutnya, program konservasi energi di lingkungan Pemprov Banten selaras dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Banten Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penggunaan dan Penghematan Listrik serta Bahan Bakar Minyak (BBM) di Lingkup Pemerintah Provinsi Banten.

“Konservasi energi pada dasarnya adalah upaya menggunakan energi sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Dengan pengelolaan yang tepat, kita tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian sumber daya energi untuk generasi mendatang,” jelasnya.

Dalam pembinaan teknis tersebut, peserta mendapatkan materi dari Koordinator Pengawasan Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Endra Dedy Tamta, serta Manager Bidang Pemanfaatan Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Banten, Agus Jayadi.

Kehadiran narasumber dari pemerintah pusat memberikan perspektif mengenai arah kebijakan nasional konservasi energi, termasuk strategi peningkatan efisiensi energi pada sektor bangunan dan institusi pemerintah. Sementara itu, materi dari Dinas ESDM Provinsi Banten menitikberatkan pada langkah langkah teknis yang dapat segera diterapkan oleh perangkat daerah dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Banten berharap seluruh OPD tidak hanya memahami konsep konservasi energi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata dalam tata kelola perkantoran. Dengan demikian, efisiensi penggunaan energi dapat mendukung penghematan anggaran daerah, mengurangi dampak lingkungan, serta memperkuat komitmen Banten dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan transisi menuju energi yang lebih bersih.(Adv)