Tangerang – siberone.co.id
Menteri Hukum dan HAM, YAsonna H. Laoly, resmi menetapkan tanggal 19 Agustus setiap tahunnya sebagai Hari Lahir Kementerian Hukum dan HAM.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal tersebut disampaikan Yasonna dalam amanatnya saat menjadi Inspektur Upcara dalam Upacara Hari Kementerian Hukum dan HAM yang digelar di Lapangan Upacara Kementerian Hukum dan HAM dan diikuti secara daring oleh seluruh jajaran Kementerian Hukum dan HAM seluruh Indonesia, Sabtu (30/10).

“Saudara Wakil Menteri Hukum dan HAM telah membacakan Sejarah Singkat Kementerian Hukum dan HAM, dan saya membacakan Naskah Penetapan Hari Lahir Kementerian Hukum dan HAM. Bahwa telah ditetapkan hari lahir Kementerian Hukum dan HAM yaitu pada 19 Agustus”, ujar Yasonna.

Yasonna menyampaikan, tentunya akan timbul pertanyaan, mengapa tidak lagi di tanggal 30 Oktober. Mengingat sebagaimana yang diketahui, sampai saat ini peringatan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) hanya menyebutkan tahun berjalan, tidak menyebutkan tahun pengabdiannya dan berapa usianya.

“Untuk itu, saya bentuk Tim untuk melakukan kajian, penelusuran sejarah, mencari bukti-bukti autentik, dan wawancara dengan beberapa pakar hukum untuk bisa mengetahui secara pasti kapan Kementerian Hukum dan HAM ini lahir. Hasil kajian tersebut kita bahas bersama, dengan Saudara Wamenkumham, seluruh Pimpinan Tinggi Madya dan Tim Pengkaji”, papar Yasonna.

“Bahwa berdasarkan fakta sejarah, dokumen informasi yang autentik, sumber yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, kita tetapkan bahwa hari lahir Kementerian Hukum dan HAM adalah tanggal 19 Agustus 1945, selanjutnya disebut Hari Dharma Karya Dhika, diperingati pada tanggal 19 Agustus setiap tahunnya, dan mencabut Keputusan Menteri Kehakiman tahun 1985”, lanjutnya.

Yasonna menegaskan, tidak ada maksud-maksud lain dari dilakukannya penetapan ini kecuali mengembalikan ke sejarah yang benar apalagi niat untuk tidak menghargai apa yang telah diputuskan Menteri Kehakiman sebelumnya kecuali mengembalikan pada sejarah yang benar.

“Sekali lagi ini untuk pelurusan sejarah”, tegas Yasonna. (Humas Kanwil Banten)