Serang, (siberone.co.id) – Launching Koperasi Merah Putih di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, jadi tonggak penting dalam pembangunan ekonomi berbasis desa. Bagi Kepala Desa Ranjeng, Sapta Mulyana, koperasi ini bukan sekadar bangunan fisik atau program seremonial tetapi langkah nyata menuju kemandirian dan perputaran ekonomi lokal yang lebih baik.
Koperasi Merah Putih Ranjeng sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting, mulai dari gerai sembako, apotek desa, gerai UMKM, hingga unit simpan pinjam. Tidak hanya itu, desa ini juga disiapkan untuk menjadi kawasan terpadu dengan rencana pembangunan sarana olahraga seperti lapangan voli, bulu tangkis, dan mini soccer.
“Luas lahan kita hampir 8.000 meter persegi, dan Insyaallah akan dimanfaatkan sebaik mungkin. Bukan hanya untuk gerai dan koperasi, tapi juga untuk ruang aktivitas masyarakat. Kita ingin ekonomi jalan, tapi sisi sosial dan olahraga juga hidup,” kata Sapta Mulyana di sela acara launching.
Menurutnya, keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat Ranjeng, di mana semua kebutuhan dasar dari belanja sembako, obat, hingga pembiayaan UMKM bisa tersedia tanpa harus keluar dari desa.
“Harapannya, warga nggak usah jauh-jauh lagi. Semua ada di sini. Koperasi ini milik kita bersama, jadi mari kita jaga dan manfaatkan,” lanjut Sapta.
Selain menjadi tuan rumah peluncuran, Desa Ranjeng juga aktif dalam menggali potensi-potensi lokal. Kepala desa menyebut akan terus mendorong inovasi desa untuk menjadikan kawasan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan bahkan wisata lokal kecil.
“Kami di desa juga ingin punya peran. Jadi kami akan terus gali potensi yang ada. Mau itu lewat UMKM, lewat event, atau lewat pengembangan gerai. Yang penting perputaran ekonomi tetap berpusat di desa, supaya warga makin sejahtera,” ucapnya.
Dalam acara launching tersebut, antusiasme warga pun terlihat. Gerai UMKM yang menampilkan produk lokal seperti tas rajut, batik, makanan, dan minuman khas ramai dikunjungi pembeli. Sapta meyakini, ini adalah awal yang baik untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam ekonomi desa.
“Koperasi Merah Putih ini bukan proyek instan. Ini investasi jangka panjang. Bukan cuma soal ekonomi, tapi soal membangun kebersamaan dan kepercayaan di antara masyarakat,” pungkasnya.

