SERANG, (siberone.co.id) – Dalam rangka mendukung stabilitas harga pangan dalam ekonomi keuangan digital, Pj Gubernur Banten Al Muktabar lakukan penguatan strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Hotel Aston Serang. Rabu, (21/02).
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Banten akan terus melakukan terobosan dalam mengendalikan inflasi.
“Dalam membangun Indonesia ini, kita bersama-sama dengan delapan Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Banten untuk terus menerus melakukan berbagai terobosan-bosan dan inovasi sehingga pencapaian kita dapatkan cukup baik,” katanya.
Al Muktabar juga menjelaskan bahwa sepanjang 2022 hingga 2023 inflasi di Provinsi Banten cukup baik.
“Khususnya dalam inflasi sepanjang tahun 2022 sampai 2023 dan awal 2024 pendalian inflasi kita cukup baik sempat akhir Desember 2023 ada sedikit kenaikan 3,06 pada waktu pertandingan tingkat inflasi Provinsi di Indonesia,” ujarnya.
“Kita sempat di posisi yang harus ditidaklanjuti untuk di turunkan Januari. Tetapi Alhamdulillah kita sudah kembali menekan inflasi kita berdekatan dengan inflasi nasional dan kalogram fisik bigioflasi yang di tetapkan oleh Bank Indonesia,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Al Muktabar menambahkan, pengendalian Inflasi di Provinsi Banten merupakan kerja sama kita segenep stakeholder.
“Dan tentu kerja utama dari Tim Inflasi Daerah Provinsi Banten berjenjang, dari Kabupaten/Kota. Sehingga kita bisa menciptakan situasi yang terkendali membuat daerah yang kondusif dan ini juga merupakan harapan dan perintah dari bapak Presiden tentunya stabilitas daerah,” ungkapnya.
Terakhir, Al Muktabar menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten dengan seluruh instrumen akan melakukan pengendalian inflasi yang tepat dan terukur untuk capaiannya kepada masyarakat.(*)


