JAKARTA BANTEN , (siberone.co.id) – Memasuki usia ke-31 tahun, Mamre Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Klasis Jakarta Banten menjadikan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai ruang memperkuat iman, kebersamaan dan pelayanan.
Mengusung tema “Relasi Mamre dengan Tuhan”, perayaan HUT ke-31 Mamre GBKP Klasis Jakarta Banten diisi dengan berbagai kegiatan yang memadukan nilai kerohanian, kecerdasan, strategi dan kreativitas.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Mamre GBKP se-Klasis Jakarta Banten dan dilaksanakan di Kantor Sekretariat GBKP Klasis Jakarta Banten, Sabtu, 5 September 2026.
Beragam perlombaan disiapkan untuk memeriahkan perayaan, yakni lomba catur, Cerdas Tangkas Alkitab (CTA), dan stand up comedy.
Ketiga perlombaan tersebut memiliki karakter dan pesan tersendiri. Lomba catur mengedepankan strategi dan ketenangan. Peserta dituntut mampu berpikir jernih, membaca situasi serta menentukan langkah secara tepat.
Sementara lomba Cerdas Tangkas Alkitab menjadi wadah untuk mengasah pengetahuan sekaligus memperkuat iman. Para peserta tidak hanya dituntut memahami isi Alkitab, tetapi juga menjadikan firman Tuhan sebagai bagian penting dalam kehidupan dan pelayanan.
Sedangkan lomba stand up comedy menghadirkan sisi berbeda dalam perayaan. Peserta ditantang menunjukkan kreativitas dan keberanian untuk tampil di hadapan peserta lainnya. Suasana pun diharapkan semakin meriah tanpa menghilangkan nilai persaudaraan dan kekeluargaan.
Ketua Klasis GBKP Jakarta Banten, Pdt. Jekson Barus, M.Th, memberikan renungan singkat sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Pesan kerohanian menjadi bagian penting dalam perayaan HUT Mamre ke-31. Tema “Relasi Mamre dengan Tuhan” menjadi pengingat bahwa pelayanan dan kehidupan Mamre harus dibangun di atas hubungan yang kuat dengan Tuhan.
Relasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan gerejawi, tetapi juga melalui kehidupan keluarga, tanggung jawab sosial, pelayanan kepada sesama dan keteladanan dalam kehidupan sehari hari.
Mamre sebagai wadah kaum bapak GBKP memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang kuat sekaligus mendukung kehidupan pelayanan gereja. Karena itu, semakin matang usia Mamre, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Thomas Tarigan, SH., MH, selaku Kabid Lidbang dan
Paska Puluaji Sinuhaji, SE., MM. merupakan Bendahara dari Badan Pengurus Pusat (BPP) Mamre GBKP.
BPP Mamre Pusat. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap pembinaan dan pengembangan Mamre, khususnya dalam memperkuat kapasitas organisasi serta pelayanan kaum bapak di lingkungan GBKP.
Sementara itu, Armanta Tarigan, selaku Ketua BP Mamre Klasis Jakarta Banten, turut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Peran pengurus klasis menjadi penting dalam menjaga koordinasi dan kebersamaan Mamre GBKP di wilayah Klasis Jakarta Banten.
Menariknya, konsep perayaan tidak hanya menempatkan perlombaan sebagai ajang mencari pemenang. Lebih dari itu, setiap kegiatan memiliki pesan yang dapat dikaitkan dengan kehidupan Mamre.
Perayaan HUT ke-31 juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai Mamre GBKP yang berada di wilayah Klasis Jakarta Banten.
Ketua Panitia HUT Mamre ke-31, Hendi Pinem, bersama jajaran panitia mempersiapkan rangkaian kegiatan tersebut agar dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan ruang bagi seluruh peserta untuk berinteraksi dan membangun kebersamaan.
Catur mengajarkan pentingnya ketenangan sebelum mengambil keputusan. Cerdas Tangkas Alkitab mengingatkan pentingnya memperdalam firman Tuhan, sedangkan stand up comedy mengajarkan keberanian, kreativitas dan kemampuan tampil di tengah komunitas.
Ketiga nilai tersebut menjadi bagian dari kehidupan pelayanan. Seorang anggota Mamre membutuhkan ketenangan dalam menghadapi persoalan, pengetahuan dan iman sebagai dasar kehidupan, serta keberanian untuk mengambil bagian dalam pelayanan.
Kebersamaan tersebut menjadi kekuatan penting bagi organisasi. Di tengah kesibukan kehidupan keluarga dan pekerjaan, perjumpaan antarsesama Mamre dapat menjadi ruang untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman dan membangun semangat pelayanan.
Dengan usia yang telah mencapai 31 tahun, Mamre GBKP Klasis Jakarta Banten diharapkan terus bertumbuh menjadi organisasi yang semakin matang, solid dan memiliki kontribusi nyata dalam kehidupan gereja maupun masyarakat.
Tema “Relasi Mamre dengan Tuhan” pun diharapkan tidak berhenti pada perayaan HUT, tetapi menjadi semangat yang terus dibawa dalam kehidupan sehari hari.
Sebab, ketika relasi dengan Tuhan semakin kuat, pelayanan diharapkan semakin tulus, keluarga semakin kokoh, persaudaraan semakin erat dan keberadaan Mamre semakin mampu menjadi berkat bagi sesama.
HUT Mamre ke-31 akhirnya bukan hanya tentang perjalanan waktu, tetapi tentang bagaimana setiap anggota Mamre terus memperbarui komitmen untuk berjalan bersama Tuhan, memperkuat persaudaraan dan mengambil bagian dalam pelayanan.


