Jakarta (siberone.co.id) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menargetkan pembangunan sebanyak 33.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dadan menjelaskan, pembangunan dapur MBG dilakukan secara masif, baik di wilayah aglomerasi maupun daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dari target tersebut, sebanyak 27.000 SPPG akan dibangun di kawasan aglomerasi, sementara 8.558 dapur disiapkan khusus untuk wilayah terpencil.

“Target kami di 2026 ada minimal 27.000 SPPG di aglomerasi, ditambah 8.558 di daerah terpencil. Jadi total sekitar 33.000 SPPG,” ujarnya. Senin (19/1/2026) di Jakarta.

Pembangunan ini ditujukan untuk memenuhi target penerima manfaat MBG yang mencapai 82,9 juta orang di seluruh Indonesia.

Dadan menuturkan, BGN akan terus memantau perkembangan pembangunan SPPG karena masih banyak lembaga pendidikan yang belum terdata secara menyeluruh, termasuk pesantren.

Menurutnya, setelah dilakukan pengecekan lebih detail, ditemukan sejumlah pesantren yang belum tercatat dalam data Kementerian Agama.

“Kita akan lihat perkembangannya, karena setelah dicek detail, banyak pesantren yang tidak terdata di Kementerian Agama. Tahun ini juga ada tambahan guru dan tenaga kependidikan,” kata Dadan.

Selain menyasar peserta didik, Program Makan Bergizi Gratis juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita.

Namun, Dadan mengakui masih banyak penerima manfaat dari kelompok tersebut yang belum masuk dalam data resmi kependudukan.

Oleh karena itu, BGN akan melakukan verifikasi dan pengecekan data secara satu per satu guna memastikan seluruh sasaran menerima manfaat MBG.

“Banyak ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang belum terdata di kependudukan. Jadi kita akan pastikan nanti ketika kita intervensi, tidak ada satu pun yang mengatakan ‘saya belum terima’,” tegasnya.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 335 triliun pada tahun 2026. Angka ini melonjak tajam dibandingkan anggaran MBG tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 71 triliun.

Pemerintah berharap, dengan dukungan anggaran besar dan pembangunan infrastruktur gizi yang masif, Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih merata dan berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.(Red)