• Jum. Jun 21st, 2024

SIBERONE.CO.ID

Media online utama

Beri Penguatan Pada Simulasi Verlap Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Inspektur Wilayah I Paparkan Faktor Penggugur Pembangunan ZI dan Pentingnya Komitmen Bersama

Byadmin siberone

Nov 18, 2021

Tangerang,(Siberone.co.id) – Selepas meninjau langsung sarana dan prasarana serta area lapas Kelas I Tangerang, Inspektur Wilayah I Ahmad Rifai beserta Tim Penilai Internal Inspektorat Jenderal Kemenkumham turut memberikan pengarahan dan penguatan terkait kesiapan dalam menghadapi desk evaluasi Tim Penilai Nasional, Rabu (17/11) Memberikan arahannya di Ruang Aula, Inspektur Wilayah I Ahmad Rifai menyampaikan bahwa Lapas Pemuda Tangerang merupakan salah satu harapan bagi 477 satuan kerja lainnya dengan menjadi sampel dalam pelaksanaan verifikasi lapangan desk evaluasi TPN.

“Saat ini tinggal selangkah lagi dalam meraih predikat WBK. Perhatikan beberapa hal yang menjadi faktor penggugur dalam pembangunan Zona Integritas dan pentingnya komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai ada layanan diskriminatif terkait kunjungan, diarea parkir jangan ada pungli dan semua terkait pelayanan publik harus informatif dan terlihat jelas. Ada After dan Before dijelaskan dan didukung dengan gambarnya, selain itu, Alur pelayanan untuk mempermudah dan sistematis, dan jangan lupakan juga bahwa Inovasi penting karena menjadi daya tarik karena penilaian tertinggi,” Ujar Ahmad Rifai.

Tak hanya Ahmad Rifai, Pengendali Teknis Itwil I Indra Jaya turut memberikan pertanyaan serta masukkan untuk semakin mematangkan persiapan yang dilakukan. Indra Jaya membedah setiap peranan dari Tim Pokja pada ke-enam area perubahan mulai dari Manajemen Perubahan, hingga Kualitas Pelayanan publik,

“Pada saat ini sudah tidak lagi pada tahap administrasi lagi tetapi lebih ke konkret hasil dari peningkatan kinerja dan layanan, perubahan dan perbaikan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” Ujarnya.

Menanggapi, Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Kadek Anton merespon dengan baik dan menjawab pertanyaan dengan lugas. Menjawab salah satu pertanyaan mengenai inovasi, Kadek menjawab bahwa Inovasi muncul dari permasalahan yang telah dipetakan.

“Semua berangkat dari identifikasi dan pengendalian resiko yang diimplementasikan menjadi inovasi-inovasi yang dilakukan,” Tandasnya (Humas Kanwil Banten)

Sharing is Caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *